![]() |
| Duta Training |
Dalam sertifikasi kompetensi kerja, BNSP dan LSP memiliki peran yang berbeda. BNSP berperan dalam sistem sertifikasi kompetensi nasional, sedangkan proses sertifikasi dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi sesuai ruang lingkupnya.
Bagi profesional yang ingin memperoleh sertifikasi kompetensi maupun HR yang menyiapkan sertifikasi untuk karyawan, memahami peran keduanya penting sebelum menentukan skema dan lembaga sertifikasi yang akan dipilih.
Apa Itu LSP dan BNSP?
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) merupakan lembaga independen yang dibentuk untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja. Dalam pelaksanaannya, BNSP memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang memenuhi persyaratan untuk menjalankan sertifikasi sesuai ruang lingkupnya.
Karena itu, sertifikasi yang sering disebut sebagai sertifikasi BNSP dilaksanakan melalui LSP berlisensi BNSP. Setiap LSP memiliki ruang lingkup dan skema yang berbeda. Direktori LSP pada situs BNSP juga memuat informasi mengenai status lisensi, skema, Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan asesor.
Perbedaan peran tersebut penting dipahami sebelum memilih program. Tidak semua LSP memiliki skema sertifikasi yang sama, sehingga nama program saja belum cukup untuk menentukan pilihan.
Apa Peran LSP dalam Sertifikasi Kompetensi?
LSP menjalankan proses sertifikasi berdasarkan skema yang dimilikinya. Dalam proses tersebut, kompetensi peserta dinilai melalui asesmen berdasarkan standar dan metode yang berlaku pada skema terkait.
Peran LSP mencakup:
- Mengelola skema sertifikasi sesuai ruang lingkup yang dimiliki.
- Menyelenggarakan asesmen untuk menilai kompetensi peserta.
- Mengelola asesor kompetensi yang terlibat dalam proses penilaian.
- Menerbitkan sertifikat bagi peserta yang memenuhi ketentuan sertifikasi.
Training dan sertifikasi memiliki fungsi yang berbeda. Training membantu peserta mempelajari atau memperkuat kompetensi yang dibutuhkan, sedangkan asesmen digunakan untuk menilai kompetensi yang dapat dibuktikan sesuai skema.
Bagi HR, perbedaan tersebut penting ketika perusahaan ingin mengikutsertakan karyawan. Program yang dipilih perlu memiliki skema yang sesuai dengan kompetensi pekerjaan, bukan hanya menawarkan pelatihan.
LSP P1, P2, dan P3, Apa Bedanya?
LSP dibedakan menjadi Pihak Kesatu (P1), Pihak Kedua (P2), dan Pihak Ketiga (P3). Pembagian ini bukan menunjukkan tingkatan kualitas, tetapi berkaitan dengan pihak yang membentuk LSP dan sasaran sertifikasinya.
Jenis LSP | Dibentuk oleh | Sasaran sertifikasi |
LSP P1 | Lembaga pendidikan dan/atau pelatihan | Peserta pendidikan atau pelatihan berbasis kompetensi |
LSP P2 | Lembaga induk | SDM lembaga induk, pemasok, dan/atau jejaring kerja |
LSP P3 | Lembaga independen | Masyarakat atau profesional sesuai ruang lingkup sertifikasinya |
Jadi, P1, P2, dan P3 bukan urutan dari rendah ke tinggi. Perbedaan tersebut lebih berkaitan dengan sasaran sertifikasi dan konteks LSP menjalankan sertifikasinya.
Sertifikasi Kompetensi BNSP Apa Saja dan untuk Apa?
Skema sertifikasi pada setiap LSP tidak selalu sama. Ruang lingkup yang dimiliki menentukan jenis sertifikasi yang tersedia. Bidangnya pun beragam, seperti administrasi, procurement, sumber daya manusia, teknologi informasi, manajemen, dan profesi lainnya.
Sertifikat kompetensi diberikan setelah peserta mengikuti proses sertifikasi pada skema tertentu dan dinyatakan kompeten sesuai ketentuan asesmen. Bagi profesional, sertifikat dapat menjadi bagian dari rekam kompetensi yang mendukung pengembangan karier.
Bagi perusahaan, sertifikasi dapat menjadi salah satu bukti bahwa karyawan memiliki kompetensi pada bidang yang sesuai dengan pekerjaannya. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan pekerjaan dan kompetensi yang ingin dibuktikan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih LSP?
Sebelum mendaftar, beberapa hal berikut dapat diperiksa untuk memastikan LSP dan program sertifikasi yang dipilih sesuai kebutuhan:
- Periksa status lisensi LSP
BNSP menyediakan direktori LSP yang dapat digunakan untuk melihat status lisensi sekaligus informasi mengenai skema, Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan asesor.
- Cek skema sertifikasi yang tersedia
Cocokkan skema dengan kompetensi yang ingin dibuktikan. Profesional dapat melihat kaitannya dengan pekerjaan yang dijalankan, sementara HR dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan posisi dan pengembangan kompetensi karyawan.
- Pahami proses asesmen dan persyaratan peserta
Periksa metode asesmen, lokasi pelaksanaan, jadwal, hingga kebutuhan peserta sebelum mendaftar. Informasi tersebut membantu peserta mempersiapkan proses sertifikasi dengan lebih baik.
Duta Training untuk Training dan Sertifikasi BNSP
Duta Training menyediakan program training dan sertifikasi BNSP untuk berbagai bidang kompetensi, mulai dari administrasi, ekonomi dan bisnis, hukum, pertambangan, minyak dan gas, perbankan, konstruksi dan bangunan, hingga teknologi informasi.
Pengalaman penyelenggaraannya dapat dilihat dari Sertifikasi Procurement Staff BNSP pada 11–13 Mei 2026 yang diikuti Rosalia Diah Mindarti, Admin di Bank Indonesia.
Program tersebut dipimpin oleh Ir. Trio Yonathan Teja Kusuma, S.T., M.T., IPM, yang memiliki pengalaman sebagai dosen, praktisi, peneliti, trainer, sekaligus asesor kompetensi BNSP pada bidang PPIC dan Quality Control.
Materi yang diberikan mencakup penyusunan dokumen pengadaan barang/jasa, pembuatan laporan tertulis, penggunaan teknologi informasi di tempat kerja, dokumentasi data barang, hingga pembinaan hubungan kerja dengan pemasok.
Pengalaman Pak Yonathan juga mencakup pelatihan Inventory Management di PT Chevron Indonesia dan Warehouse Management di PT Medco Energy.
Pelaksanaan training berlanjut hingga tahap persiapan asesmen. Peserta masih dapat berkonsultasi melalui grup untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian sertifikasi bersama LSP. Rosalia Diah Mindarti juga mengapresiasi penyampaian materi yang dikaitkan dengan pengalaman nyata di lapangan sehingga lebih mudah dipahami.
Pelaksanaan program tersebut menunjukkan pentingnya memilih penyelenggara yang memiliki skema sesuai kebutuhan, trainer dengan kompetensi yang relevan, serta pendampingan yang membantu peserta mempersiapkan proses sertifikasi.
Untuk mengetahui pilihan skema dan jadwal training serta sertifikasi BNSP, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui tim Duta Training.
